ANDIKA
Blog Dika untuk Belajar

Des
25

Pada suatu hari, ada seorang anak bernama Mira. Dia adalah anak yang sangat pandai dan menjadi rangking 1 di kelasnya. Di hari selasa, pelajaran pertamanya adalah pelajaran olah raga. Semua murid di kelasnya menuju ruang ganti untuk anti baju.

Setelah selesai berganti baju, semua murid berkumpul di lapangan. Hanya pada saat itu, topi olahraga Mira tertinggal di ruang ganti, Mira menuju ruang ganti. Sampai di ruang ganti, Mira melihat seorang anak perempuan, sebaya dengan Mira. Anak itu memegan topi Mira, dia memberikan topi itu kepada Mira. Mira melihat wajah anak itu, wajah anak itu mukanya tidak jelas.

Sepulang sekolah, Mira, Anggi, Vany, Alex, dan Ferdy akan bermain di rumah Mira. Sesampai di sana, teman – teman Mira duduk di ruang tamu. Oleh Ibunya Mira, diberi makanan dan minuman. Setelah dilihat, minumannya lebih satu, Ibunya bilang ada 1 anak perempuan lagi yang rambutnya dikucir dua dan memakai bando pita, ternyata ciri-ciri anak itu sama dengan perempuan yang dilihat Mira di ruang ganti sewaktu tadi. Mira pun merinding tak karuan.

Esoknya, mira kesekolah dengan merinding terus – menerus. Sepanjang pelajaran, Mira berpikir, Apakah anak perempuan itu adalah hantu? Sepulang sekolah, Mira kebagian piket di kelasnya. Dia hanya piket sendiri, karena 3 anak kelopok piketnya absen. Dia pun piket dengan tenang tanpa berpikir panjang soal yang tadi. Setelah selesai, Mira melihat di depan pintu ada seorang anak perempuan dikucir dua dan memakai bando pita. Mira pun kaget dan teriak. Tapi, lama kelamaan dia tenang, karena anak itu ramah sekali. Mereka berdua pun berkenalan, anak itu bernama Vira.

Anak itu mengajak Mira bermain di atas gedung sekolah. Setelah lama bermain Petak Umpet, Vira mendadak mengajak Mira ikut ke atas sana. Mira berpikir, inikan sudah paling atas, kenapa harus ke atas lagi. Tanpa berpikir panjang, Mira bilang ikut, Vira memegang tangan Mira dengan erat, dan tiba-tiba, Mira dan Vira terbang. Kemudian Vira bertanya lagi, apa benar kamu ingin ikut?Mungkin karena Mira tertarik di bisa termbang, dia menjawab iya.

Mereka berdua telah hilang. Mungkin mereka berdua pergi ke luar angkasa. Ternyati tidak, mereka berdua telah pergi ke surga. Esoknya, Mira belum pulang juga ke rumahnya. Ibunya khawatir, takut Mira di culik oleh orang-orang jahat di sekitar rumahnya. Di hari kedua, Alex datang terlalu pagi ke sekolahnya, dia berjalan menuju kelasnya, setelah sampai di kelas, Alex melihat mayat Mira di meja belajarnya Mira. Alex berlari menuju ruang guru, untung ada wali kelasnya di ruang guru. Alex mulai melaporkan kepada gurunya. Jam 09.00 tepat, mayat Mira dibawa ke rumahnya. Itulah kisah Mira yang sangat mengenaskan.

Iklan
Des
17

andika1.jpg

Dika punya tiga cerita karangan dika sendiri. Kelinci Ajaib, Mawa Neighbors dari Neraka, dibuat dari game “Neighbors from Hell.” dan Lemari Ajaib. Inilah cerita-cerita itu:

Kelinci Ajaib

Pada zaman dahulu, ada anak bernama Jony. Dia anak yang berumur 12 tahun, dia juga pintar di sekolahnya di smp. Suatu hari, dia pergi ke hutan unuk mencari kayu bakar, kemudian dia menemukan kelinci yang terjerat akar tumbuhan
“tolong! tolong!” kata si kelinci, “ada apa kelinci kecil ?” tanya
Jony.”aku terjerat akar tumbuhan,bisa kau bantu aku ?”tanya kelinci itu lagi.Kemudian jony pun mencoba memotong akar-akar yang terjerat it memakai pisaunya.

Setelah beberapa saat akar-akar tersebut putus.”terima kasih jony.”kata kelinci.”sama-sama.oh iya, nama kamu siapa?”tanya jony.”nama ku rubin.si kelinci ajaib”kata kelinci.”kamu kelinci ajaib, ajaib apanya?”tanya jony penasaran.”liat ini.”kemudian si kelinci itu lari, Jony pun mengikutinya. Setelah sampai, kelinci mengeluarkan cahaya dari matanya ke kayu kayu yang ada di seekitarnya. Tertumpuklah seikat kayu bakar.

“wah kamu hebat”kata jony kagum. Kemudian kelinci itu mengeluarkan cahaya dari matannya. Dia ternyata mengeluarkan kuda. “Wah terima kasih banyak!”kata jony.”sama-sama jon!”setelah itu, Jony dan kelinci pun pulang dengan kuda itu. Setelah sampai di rumahnya ibunya bertanya.”kau dapat kuda ini dari mana jon?terus kau bawa kayu bakar sebayak itu?Lalu kau temukan kelinci itu dari mana?”tanya ibu jony penasaran.”aku dapat semua ini dari kelinci ini, tadi dia terjerat di akar akar pohon, lalu aku tolong dia, nama dia adalah rubin sikelinci ajaib.”kata jony.”jadi kau dapat semua ini dari si rubin?”tanya ibu lagi”iya bu!”kata jony
itulah kisah si kelinci ajaib

***

Mawa Neighbors Dari Neraka
Dibuat dari game “Neighbors from Hell.”

Pada suatu hari, ada seorang bapak-bapak bernama Mawa Neighbors, dia adalah orang yang sangat bloon. Hampir setiap hari di dijahili oleh Woody. Woody adalah orang yang sangat jahil. Sebenarnya Woody itu adalah teman SD Mawa. Sudah beberapa tahun tidak bertemu, Mawa pun sangat lupa kepada Woody. Pada saat ulang tahun Mawa, Woody datang untuk menjahili Mawa. Setelah itu Woody membuka laci, didalam laci itu, dia mendapatkan penjepit tikus, petasan, juga spidol. Setelah itu Woody pergi ke kamar mandi, didalam kamar mandi dia membuka kotak obat, dia tidak mendapatkan apa-apa, tapi dia mengambil sabun dan tisu WC.

Setelah itu, tisu WC tersebut dimasukan kedalam lubang WC, sehingga lubang WC mampet dan kotoran kotoran pun keluar. Setelah itu, Woody keluar menggambar muka tikus yang memakai topi di foto ibunya. Setelah itu, dia memasukan penjepit tikus kedalam kotak surat. Setelah itu Woody langsung naik ke ruang TV.

Setelah Mawa turun, dia ingin melihat surat surat dari teman atau saudaranya, lalu dia terjepit oleh penjepit tikus itu, lalu dia berkata kasar “wawia serasat so serarait” lalu dia cepat cepat mengambil hansaplas di kotak obat ya itu, lalu dia melihat fota ibunya yang dicoret coret oleh woody. Dia pun berkata kasar itu lagi, tapi saking marahnya dia berkata lebih panjang lagi “wawia serasat so serarait!!! Aaaaaaaaaaaa!!!”dia lalu patah tulang tapi dia alah was wes wos, setelah membersikan coretan itu lalu dia ke kamar mandi melihat kotoran kotoran dimampetkan oleh tisu diapun berkata kasar lagi “wawia serasat so serarait!!! Aaaaaaaaaaaa!!!”dia pun patah tulang lagi. Lalu dia membenarkan lagi WC itu.

Setelah itu, dia ingin tiup lilin di kue nya. Dia lalu mengambil lilin, sebenarnya itu bukan lilin, tapi petasan yang Woody ambil yang dimasukan ke kotak lilin, lalu dia nyalakan, lalu meledak, dia pun berkata kasar lagi “wawia serasat so serarait”dia lalu pinsan.tamatlah sudah. Itulah nasib malangnya Mawa Neighbors yang dijahili oleh Woody

***

 

Lemari Ajaib

Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan bernama Nany, dia baru berumur 5 tahun dan masih TK. Pada saat itu, Nany sedang bermain petak umpet di rumahnya bersama saudaranya dan kakanya, lalu dia sembunyi di lemari gudang. Setelah beberapa menit Nany pun keluar, setelah keluar dia melihat di sekitarnya bukan gudang, tetapi kebun binatang aneh, seperti kuda yang mempunyai sayap, burung yang paruhnya berbentuk segitiga, kijang yang tanduknya cuma satu dan lain lain

Dia lalu masuk ke lemari itu lagi, setelah dia keluar lagi, dia sekarang berada di dunia coklat, semuanya coklat. Sungai coklat, rumah coklat, sampai kucingpun coklat. Lalu dia masuk lagi ke dalam lemari itu. Lalu dia keluar lagi, sekarang dia berada di gudang rumahnya lagi, dia lalu lari ke ruang tengah menceritakan yang tadi ia datangi. Saudara dan kakanya pun tidak percaya. Nany pun cemburu karena dia tidak dipercayai oleh saudara dan kakanya. Lalu dia masuk lagi ke lemari ajaib itu.

Sekarang dia berada di planet skertanius yang di dalamnya ada orang aneh. Semua orang matanya hanya ada satu, tidak punya hidung, tangannya ada empat, kakinya delapan. Nany pun ketakutan disana, kemudian dia masuk lagi kedalam lemari itu. Setelah beberapa saat dia sampai di rumah kakek dan neneknya. Kakek dan Neneknya pun bingung “mengapa kau bisa ada disini tanpa ayah dan ibumu?” tanya Kakek penasaran. “Aku datang ke sini dengan adanya lemari ajaib di gudang ku! “kata Nany senang.
Setelah di rumah nenek dia segera pulang karena sudah sore. Tapi dia lalu mencari pintu lemari tidak ada. Nany pun terpaksa menginap di rumah Nenek dan Kakeknya karena dia tidak menemukan pintu keluar. Setelah besoknya dia mencari lagi pintu keluarnya. Setelah beberapa saat dia menemukan pintu itu, lalu dia pamit ke Kakek dan neneknya dia sampai ke rumahnya kembali. Tapi rumahnya itu denga keadaan yang sangat sunyi.

Dia mencari kemana-mana tapi tidak ada siapapun, lalu dia menemukan surat yang bertulisan “ayah, ibu, saudara dan kakak pergi kerumah nenek dan kakek” dia pun pergi lagi ke lemari ajaib itu. Dia sampai lagi di nenek, ternyata sekeluarga Nany pindah di rumah neneknya. Sekarang Nany sudah berumur 12 sekarang Nany hidup bahagia. Sekarang dia tidak menemukan pintu lemari itu lagi Itulah kisah tentang Nany dan lemari ajaibnya

Okt
26

davekoz.jpgdavekozz.jpgdavekozdm.jpg

PEMAIN saksofon asal Amerika Serikat, Dave Koz (44), Jumat (16/3) siang tampil di atrium Mal Pondok Indah 2, Jakarta Selatan. Kedatangan ketiga kali Dave Koz ke Jakarta ini untuk mempromosikan album barunya, At The Movies. Di antara 15 tracks dalam At The Movies, Koz berkolaborasi dengan grup ADA Band pada lagu Manusia Bodoh. Pemilik nama lengkap David Kozlowski ini berkata, “Saya dikirimi beberapa lagu oleh EMI (Indonesia). Saya memilih Manusia Bodoh.”

Dia kemudian menerangkan alasannya. “Saya tidak paham liriknya. Tapi, Donnie (penyanyi ADA Band — Red) sangat fantastik. Melodi musiknya menyentuh hati saya,” katanya.

Koz pun berseloroh, “Tapi, (soal manusia bodoh) kamu tidak bicara tentang diri saya kan? Meski di beberapa sikap, saya tampak seperti itu, ha..ha..ha…”

Manusia Bodoh dijadikan lagu terakhir di album At The Movies versi Indonesia. At The Movies berisi koleksi musik lawas film dunia, yang pernah jadi nomine dan meraih Piala Oscar. Koz memilih musik film yang memoriable atau paling berkesan. Sebut saja Pink Pather, Over the Rainbow (film The Wizard of Oz, Piala Oscar 1940), dan As Time Goes By (film Casablanca).

Di atas panggung kecil yang sederhana kemarin, pria kelahiran Los Angeles, 27 Maret 1963, ini menghibur para pengunjung mal. Mereka pun tak ingin menyia- nyiakan tontonan gratis ini. Dalam konser mini yang digelar Volkswagen Indonesia dan label EMI Indonesia tersebut, Koz membawakan tak kurang dari tujuh lagu, ditemani music director-nya, Bryan Simpson, yang memainkan synthesizer.

Saat menyanyikan It Might be You (film Tootsie), Koz duet bareng biduan asal Indonesia, Lea Simanjuntak. Kemudian, kala menginterpretasikan lagu Moon River (Breakfast at Tiffany’s, Oscar 1962), Koz tampil bareng penyanyi sekaligus dokter yang lagi naik daun, Tompi.

Koz begitu akrab dan kerap menyapa audiens. Dengan Lea, Koz menyatakan baru ketemu langsung nyanyi bareng. Sementara, dengan Tompi, Koz bermain- main improvisasi. Tompi mengaku baru kali ini membawakan Moon River, jadi minta izin baca teks.

Tompi bereksplorasi dengan vocalizing, Koz mengikuti, mereka adu kebolehan main musik “jazz” dengan caranya. Saking gemesnya atas kemampuan menyanyi Tompi, Koz mendorong badan Tompi, sambil tertawa lepas. Terakhir, Tompi menantang Koz membawakan musik etnik berirama Sunda. “Ini sangat sulit,” ucap Koz seusai menjawab tantangan Tompi.

Sebelum pamit, Koz yang pernah tampil di Java Jazz Festival (JJF) I dan mengagumi kualitas vokal Ruth Sahanaya berkata, “Apa saya bilang? Kualitas musik dan musisi jazz di Indonesia sangat baik kan.” (yus)

Okt
26

il-divo-concert-21i.jpg

TEMPO INTERAKTIF
Kamis, 22 Pebruari 2007 | 10:34 WIB

Dua cuplikan instrumentalia lagu Without You dan Unbreak My Heart bagai salad pembuka makanan utama dalam konser Il Divo World Tour 2007 di Jakarta Convention Center, Selasa 20 Februari 2007 (ulang tahun si Tetehdika).

Menu hari itu berisi 19 lagu Il Divo dari tiga album yang penjualannya meraih angka 13 juta keping. Album-album itu sekaligus meraih 104 penghargaan gold dan platinum di seluruh dunia. Maka kuartet multinegara yang telah menyatukan warna musik pop dan klasik itu dianggap menyamai kesuksesan penjualan album Led Zeppelin pada 1971.

Sajian menu malam itu memang begitu lezat bagi penonton. Denting piano dari orkestra beranggotakan 22 personel Twilite Orchestra menggiring suara vox populi (suara malaikat) Sebastien Zambard sebagai pembuka lagu Night in White Satin

Lantas, secara berturut-turut, lagu keempat sampai keenam diambil dari album pertama, yakni Everything I Look at You, Mama, dan Passera, serta dari album kedua Ancora, yakni Heroe, Unchained Melody, dan All by Myself. Baru kemudian mereka melompat ke album ketiga, Siempre, yakni Caruso, Without You, Somewhere, Musica, dan La Vida Sin Amor.

Pada lagu terakhir, Somewhere, kuartet rupawan itu lebur bersama penonton dengan duduk di bibir panggung. Mereka memberi kesempatan para penonton yang kebanyakan wanita menyerbu, berfoto bersama, bersalaman, meminta tanda tangan, dan bahkan memberi selendang kepada Urs Toni Buhler. Sebelumnya, beberapa wanita sudah memberi sepucuk bunga mawar dan boneka beruang Teddy.

Kalau mau jujur, aksi panggung mereka kurang mengentak. Lagu yang diperdengarkan mirip dengan apa yang mereka dengar di kaset dan CD. Bedanya, penonton datang ke konser dan terhipnotis oleh penampilan sang bintang.

Dari tiga album yang sudah dirilis, kelompok ini memang sering membawakan lagu-lagu yang sudah dipopulerkan penyanyi lain, seperti Barbara Streisand, Tony Braxton, Mariah Carey, dan Josh Groban, You Raise Me Up. Dalam wawancara dengan media, Carlos Marin, 39 tahun, menyatakan mereka tidak terbebani karena menyanyikan lagu orang lain. “Kami juga membuat beberapa lagu album Siempre,” katanya.

Mereka berempat, menurut Marin kepada Tempo, punya kontribusi yang sama dengan label rekaman dalam memilih daftar lagu album rekaman. Album yang sudah dihasilkan merupakan hasil pemikiran bersama. “Kendati saya pernah mengusulkan lagu Everybody Hurts karya REM ditolak. It’s oke,” ujar pria yang besar dalam panggung opera klasik dan merekam suara sejak usia 8 tahun itu.

Pendapat Marin seolah membantah anggapan bahwa kelompok hasil pencarian Simon Cowell (juri Pop Idol dan American Idol yang sering melontarkan pendapat kontroversial) pada 2003 itu hanya menjual keelokan rupa. Kabarnya, itu bukan ide murni Cowell. Sebelumnya, ada grup Amici Forever yang pernah tampil pada Miss World 2005, mengusung genre pop opera dengan personel tiga wanita dan dua pria.”Saya semula menolak diajak bergabung. Saya punya ego sebagai penyanyi solo,” kata Marin sembari tertawa. Belakangan, empat orang yang mengaku mulanya mendapat kesulitan dalam hal berkomunikasi itu lebur menjadi kesatuan, selayaknya keluarga. Dan akhirnya, mereka mendunia.

Kualitas suara opera berbalut penampilan metroseksual (selalu mengenakan jas karya Armani) membikin mereka dipuja wanita seantero dunia. Uniknya, penggemar mereka kebanyakan ibu-ibu usia menengah. “Penggemar kami beragam, kalau di Spanyol memang ibu-ibu usia 40 sampai 50 tahun, di Inggris dan Amerika lebih muda lagi,” ucap Marin. Selama ini, mereka mengaku, reaksi dan antusiasme para penggemar merupakan hal yang wajar. “Sulit dipercaya kami bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujar Zambard.

Il Divo memang unik. Para pria bersuara diva (asal kata Il Divo dari bahasa Italia) opera mengusung warna musik pop. “Kami tidak mengambil wilayah opera, sebagaimana yang diduga orang. Kami penyanyi di jalur pop yang menyanyi teknik opera,” ujar Zambard ketika menjawab adanya kesempatan berduet bersama Luciano Pavarotti.

Zambard memberi batas tegas aliran musik. Ia satu-satunya yang tidak pernah mendapat dasar musik klasik opera. Dulu ia penyanyi pop di Prancis. Termasuk juga Urs Toni Bühler, 36 tahun, asal Swiss. Penyanyi tenor berwajah tanpa dosa itu pernah menjadi pemain band dan penyanyi band heavy metal Conspiracy di Luzern, kendati ia pernah belajar menyanyi klasik dari tutor tenor dari Swedia, Gösta Winbergh, pengarah vokal Stockholm’s Royal Opera.

Konser yang diadakan oleh Buena Productions itu sukses. Sebanyak 3.200 kursi di Plenary Hall JCC penuh sesak. Menurut promotor acara itu, Peter Basuki, dengan biaya mendatangkan Il Divo sekitar Rp 4,5 miliar, mereka mematok tiket paling murah Rp 750 ribu dan paling mahal Rp 4 juta, yang 98 persen terjual seminggu menjelang konser. Penggemar datang dari Jakarta, bahkan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Belanda, dan Amerika. Il Divo hampir tak mampir ke Jakarta. Lobi Peter mentok pada April 2006. Alasannya, keamanan. Untungnya, penampilan di Auckland dan Seoul batal. Dan Il Divo pun membius para wanita Jakarta. (Notte Di Luce). Lagu bertempo lambat itu perlahan menjadi klimaks setelah muncul vokal tinggi suara bariton dan tenor milik Carlos Marin serta David Miller.

EVIETA FADJAR

Okt
26

narutosakuraand-sashuke.jpg

Okt
17

warior50.jpg

Okt
17

pinokio.jpg

Okt
17

geng3.jpg

Okt
17

cardika11.jpg

Okt
17

buz-hiper-big1.jpg