ANDIKA
Blog Dika untuk Belajar

Dave Koz

davekoz.jpgdavekozz.jpgdavekozdm.jpg

PEMAIN saksofon asal Amerika Serikat, Dave Koz (44), Jumat (16/3) siang tampil di atrium Mal Pondok Indah 2, Jakarta Selatan. Kedatangan ketiga kali Dave Koz ke Jakarta ini untuk mempromosikan album barunya, At The Movies. Di antara 15 tracks dalam At The Movies, Koz berkolaborasi dengan grup ADA Band pada lagu Manusia Bodoh. Pemilik nama lengkap David Kozlowski ini berkata, “Saya dikirimi beberapa lagu oleh EMI (Indonesia). Saya memilih Manusia Bodoh.”

Dia kemudian menerangkan alasannya. “Saya tidak paham liriknya. Tapi, Donnie (penyanyi ADA Band — Red) sangat fantastik. Melodi musiknya menyentuh hati saya,” katanya.

Koz pun berseloroh, “Tapi, (soal manusia bodoh) kamu tidak bicara tentang diri saya kan? Meski di beberapa sikap, saya tampak seperti itu, ha..ha..ha…”

Manusia Bodoh dijadikan lagu terakhir di album At The Movies versi Indonesia. At The Movies berisi koleksi musik lawas film dunia, yang pernah jadi nomine dan meraih Piala Oscar. Koz memilih musik film yang memoriable atau paling berkesan. Sebut saja Pink Pather, Over the Rainbow (film The Wizard of Oz, Piala Oscar 1940), dan As Time Goes By (film Casablanca).

Di atas panggung kecil yang sederhana kemarin, pria kelahiran Los Angeles, 27 Maret 1963, ini menghibur para pengunjung mal. Mereka pun tak ingin menyia- nyiakan tontonan gratis ini. Dalam konser mini yang digelar Volkswagen Indonesia dan label EMI Indonesia tersebut, Koz membawakan tak kurang dari tujuh lagu, ditemani music director-nya, Bryan Simpson, yang memainkan synthesizer.

Saat menyanyikan It Might be You (film Tootsie), Koz duet bareng biduan asal Indonesia, Lea Simanjuntak. Kemudian, kala menginterpretasikan lagu Moon River (Breakfast at Tiffany’s, Oscar 1962), Koz tampil bareng penyanyi sekaligus dokter yang lagi naik daun, Tompi.

Koz begitu akrab dan kerap menyapa audiens. Dengan Lea, Koz menyatakan baru ketemu langsung nyanyi bareng. Sementara, dengan Tompi, Koz bermain- main improvisasi. Tompi mengaku baru kali ini membawakan Moon River, jadi minta izin baca teks.

Tompi bereksplorasi dengan vocalizing, Koz mengikuti, mereka adu kebolehan main musik “jazz” dengan caranya. Saking gemesnya atas kemampuan menyanyi Tompi, Koz mendorong badan Tompi, sambil tertawa lepas. Terakhir, Tompi menantang Koz membawakan musik etnik berirama Sunda. “Ini sangat sulit,” ucap Koz seusai menjawab tantangan Tompi.

Sebelum pamit, Koz yang pernah tampil di Java Jazz Festival (JJF) I dan mengagumi kualitas vokal Ruth Sahanaya berkata, “Apa saya bilang? Kualitas musik dan musisi jazz di Indonesia sangat baik kan.” (yus)

Belum Ada Tanggapan to “Dave Koz”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: